Suluk Jati

Maka malam perlu kamu jelajahi, dan jadilah tukang sapu jalanan. Barangkali disana masih ada sisa-sisa do'a pedagang tadi siang atau do'a itu masih terpeluk hangat menunggu pembeli sampai larut. Tidak perduli seberapa lama begadangmu, jika yang kau lakukan hanya untuk dirimu sendiri maka buat apa?

Kaki kecil kita terlalu sanggup untuk menapakinya, mengajaki segala keresahan, dan pergilah kita ke belantara sunyi sebenarnya. Kita tidak sedang menuju, tapi kita sendiri target tujuan itu, maka tidak akan pernah ada orang lain dalam segala keburukan kita.
Satu-satunya pelototan telunjuk hanya bisa dijatuhkan di depan hidung sendiri.

Ya, kita lah tersangkanya, membiarkan setiap jeda pada dingin dan lelapnya malam memeluk yang masih memikirkan masa tua dan mencari karunia tanpa menyerah. Nganti srengengene muncul sunar sumamburat, perjalanan akan kembali lagi seperti awal, terus dan selalu.

Kadang cinta suka usil keluar sendiri dari sela mata dan mencoba memandang dunia. Sampai akhirnya ia memilih jatuh dan menjadi saksi menetap di bumi.
Maka sunyi kini perlu berjalan mengitari dan memeriksa keadaan, barangkali cinta dapat dijumpa saat mau membuka mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepada Hujan

Suara